SUGESTI

Budaya lintang

Menjadi keharusan untuk memperhatikan kampung halaman, bagaimanapun juga kita berasal dari sana. Jangan menjadi  kacang lupa akan kulitnya, bukanlah keinginan untuk di puji ataupun untuk di nilai melainkan untuk kemaslahatan bersama.

Paling tidak ini menjadi pengingat bagi saya pribadi dan menjadi inspirasi bagi Anda yang membaca supaya lebih baik . dan mudah mudahan Allah membukakan pintu hati kita dan menetapkan iman kita dalam kondisi dan situasi apapun. Amien!!!

Dengan kemajuaan teknologi jaman sekarang, kita bisa menjadikannya bermanfaat dan bisa juga menjadikan mudoratnya. Saya yakin sebagian besar warga lintang memanfaatkan teknologi ini untuk yang positif , terbukti dengan banyaknya group-group lintang (facebook) yang tujuannya adalah menjalin silaturahmi. Ini sangat bagus sekali dan menjadi budayanya , bahwa dimana pun mereka berada selalu menjaga semangat silaturrohim antar sesama waraga L4L.

Lintang adalah keras, ini yang sering terdengar di telinga kita saat kita keluar dari daerah ini. Keras mengapai cita-citanya, keras dalam berusaha. ini bisa diartikan sebagai  kegigihan dalam hidup. Dan ada juga yang bilang,  lintang bukan hanya keras dalam logat bicaranya.  Namun keras di sini di artikan masih banyaknya kekerasan di sana. Misalnya saja masih banyak yang namanya Risau(maling) yang tidak segan-segan menyakiti korbannya. Demi sebuah motor butut rela memukul  bahkan membunuh saudaranya sendiri, ini terjadi di salah satu perbatasan desa skitar  6 bulan yang lalu. Masyaallah …. Taukah hai “RISAu” bahwa mengambil hak orang lain itu dosa, apalagi membunuh. Semoga ini tidak terjadi lagi di masa mendatang. Dan ada satu lagi kebiasaan yang  mungkin tidak di dapati di daerah lain. Manakala ada yang kecurian (kena curi) tiba-tiba ada yang datang seolah-olah ingin membantu tapi sebenarnya dia adalah makelar dari “Risau”, yang kemudian meminta tebusan dari korban.  Demi  rupiah rela berbagi dosa dengan sang “Risau”. Perjudian masih marak di daerah jemo kito seperti togel, remi. Budaya korupsi pun masih ada, menjalar dari level desa hingga keatas. Generasi muda yang seharusnya  menjadi generasi pembangun daerahnya ini  malah mabuk-mabukan, bikin onar .Apakah di bumi lintang sudah tidak ada lahan kosong untuk digarap, apakah tidak ada ide kreatif untuk meningkatkan ekonomi ataukah cuman mau duduk- duduk saja  di depan rumah ?????,. ini menjadi pertanyaan besar bagi kita semua ?????????????

Sebenarnya fakta ini bukan hanya di daerah lintang saja akan tetapi di seluruh pelosok negeri ini. Cuman yang membedakan hanyalah orangnya, kalo misalkan di Jakarta semua orang tau disana kumpulan orang dari berbagai penjuru negri sedangkan di daerah kita Lintang dominan orang lintang (pribumi).  Mulai dari puyang, ………..cucu, anak,wak,mamang,….…sampai kita semua, kita semua  adalah saudara, tidak mungkinlah kita mau menyakiti saudara kita sendiri. Alangkah baiknya kita saling menasehati, bukan saling benci. Mari kita rubah sikap dan kebiasaan kita menjadi lebih baik, semoga lintang emapat lawang menjadi kab yang berakhlak . sehingga menuntun kita semua  mencapai kesuksessan dunia dan akhirat. Amienn!!

wassalam….

cap lien

Iklan

1 Komentar »

  1. andi said,

    sebuah cita2 dan niat yang baik. semoga Allaah memberikan cahaya dan petunujuknya kepada keluarga dan orang lintang secara umum untuk mendekat kepada Allah dengan mengamalkan perintahnya dan perintah nabinya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s