28 Januari 2010

3 KEBAIKAN

Posted in 3 KEBAIKAN pada 05:00 oleh >>s

apabila telah mati seoarang anak adam (manusia) maka terputuslah amalnya melainkan tiga perkara yaitu amal jariyah, ilmu yang bermanfaat atau anak yang shaleh yang mendoakan keduan orang tuanya (HR. Muslim dari Abu Hurairah)

Setelah seseorang meninggal dan bersemayam dalam kuburnya, maka tak ada lagi yang dapat menghubungkannya dengan sesuatu yang berada di alam dunia, melainkan hanya tiga perkara saja yaitu

Pertama : Sedekah Jariyah yaitu harta yang dapt diambil manfaatnya bagi kemaslahtan umum seperti: sumur, masjid, musholla, jalan, atau fasilitas fasilitas umum, madrasah, kitab – kitab pengetahuan dan lain – lain. Bila orang itu telah meninggal dunia, pahalanya akan terus diterima langsung sampai ke kuburnya.

Kedua : Ilmu yang bermanfaat baik ilmu agama maupun ilmu umum yang diridhai Allah swt, sehingga masyarakat mengecap manfaat ilAdd an Imagemu tersebut dan si empunya ilmu pun menerima pahala dari Allah sampai ia di dalam kubur sekalipun.

Ketiga : Anak yang shaleh yang dapat mendoakan kedua orang tuanya, baik anak laki – laki maupun anak perempuan, baik anak kandung maupun anak pungut, khususnya lagi kalau anak pungut ini anak yatim yang memerlukan asuhan karena bapak dan ibunya telah tiada. Anak tersebut dididik baik – baik dan dibiayai urusan pendidikan sehingga menjadi anak yang shaleh, menjadi teladan masyarakat dan harapan bagi nusa dan bangsa. Doa si anak ini yang disampaikan pada orang tuanya di kubur akan sampai dan diperkenankan.

Semoga kita ada diantara ketiga perkara tersebut tidak bisa semua, satu perkara pun tak menjadi masalah, tergantung kita sendiri yang menentukan kehidupan kita setelah di dunia nan maya ini. Selagi masih hidup, selagi sehat, selagi diberikan umur dan nafas. Marilah kita renungkan sejenak, bekal apa yang akan kita bawa nanti ? Sesuatu hal yang buruk ataukah sesuatu hal yang baik? Tentulah kita sendiri yang akan menentukannya.
Apapun yang kita perbuat didunia ini tentu akan kita saksikan kelak diakhirat nanti, sebagaimana yang difirmankan Allah dalam Al – Qur’an, “ Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya ia akan melihat (balasan)nya Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrahpun, niscaya ia akan melihat (balasan)nya pula” (QS.AL- ZILZALAH ayat 7-8)

sangi keruani sangi kerawati
salam hangat, mikardianto