8 Februari 2010

Detik demi detik

Posted in Detik demi detik pada 05:20 oleh >>s

Alkisah, hiduplah sebuah keluarga yang bahagia tinggal diujung desa, suasana sejuk nyaman terasa karena banyak pohon rindang di sekeliling rumah. Ketika itu sudah azan isya yang kebetulan juga di televisi ada acara favorit sang suami, sungguh beruntung si fulan kerena ia memiliki seorang istri yang soleha yang selalu mengingatkan suaminya ketika waktu salat tiba. Mas udah azan isya tuh, kemasjid ya, tutur istrinya dengan sopan. Ntar dulu hari ini salat dirumah aja, tanggung neh acara TV lagi bagus-bagusnya sayang klo dilewatkan, ujar suaminya. Ketika waktu terus berlalu si suami tetap saja belum melakukan salat isya, ia semakin asyik menonton acara TV favoritnya. Mas udah larut malam kok belum salat isya, kembali istrinya berujar. Dan jawaban yang sama didapat sang istri ntar lagi ummi tidur duluan aja. ketika sudah larut malam istrinya kembali mengingatkan, mas jangan tidur dulu sebelum salat isya!, seru istrinya. ya umi tenang aja aku gak bakal meninggalkan salat kok, timpal suaminya. Dan tidak begitu lama dari obrolan itu terdengarlah suara orang yang megetuk pintu. Tok..tok..tok… terdengar nyaring. Siapa ya malam begini mau bertamu?, Tanya sang suami. Sini biar umi yang buakain pintu, sahut sang istri. Dan tidak berapa lama kemudian dengan senyum yang ramah mempersilahkan tamunya untuk masuk. Tapi hal ini berbeda dengan apa yang dialami sang suami, suaminya gemetaran dan berkeringat dingin, siapa kamu?, ujar sang suami, dengan gugupnya. Dan tamu tadi menjawab. Saya adalah malaikat maut yang di utus Allah untuk menjemputmu. sang suami gugup dan heran dan tidak percaya dengan terbatah-batah ia menyahut ta…ta.. .tapi saya belum salat isya, saya mau salat isya dulu, sahut sang suami dengan gugup. wahai malaikat allah izinkan saya untuk melakukan salat isya terakhir sebelum saya dipanggil allah. Tidak bisa!, karena jatah hidupmu telah berakhir. Dan akhirnya si suamipun meninggal sebelum ia menunaikan salat.

Maka apabila telah tiba ajal mereka (waktu yang telah ditentukan), tidaklah mereka dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak pula mereka dapat mendahulukannya.” (An-Nahl: 61)

Sebuah cerita yang menerangkan betapa pentingnya waktu. Lakukan lah kebaikan pada saat kita bisa dan mempunyai waktu untuk melakukannya. Dan sedikit renungan buat kita, Allah telah memberikan kita setiap harinya dan tanpa terlewatkan tiap detik itu nikmat dan anugrahn-Nya selalu tercuarah buat kita, tapi adakah kita berhenti satu detik saja dengan urusan dunia kita, kemudian mensyukuri atas karunia-Nya. Betapa pentingnya waktu ini.

Allah berfirman : Demi masa, Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran(Q.S 103 : 1-3). Demi waktu matahari sepenggalahan naik, dan demi malam apabila telah sunyi (gelap), Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu(Q.S 93: 1-3). Akhirnya semoga kita bisa memanfaatkan waktu ini dengan baik, karena kita tidak tahu mungkin satu detik yang akan datang malaikat maut akan menjemput kita.

sedetik berlalu, berarti sedetik berkurang umur kita, detikdemi detik bertambah hingga akhirnya kita tiba pada saat dimana kita tidak mengenal detik lagi karena dialam kubur kita tidak ditemani alat pengukur waktu. kita tidak tahu didetik yang mana malaikat maut akan menjemput kita, dan mari kita berdoa semoga kita meninggaldalam keadaan baik husnul khatimah, dan siapa dan apapun kita pasti berjumpa dengan namanya kematian. dan apapun yang hidup akan menjumpai kematian

“Di mana saja kalian berada, kematian pasti akan mendapati kalian, walaupun kalian berada di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.” (An-Nisa`: 78)

wallahu a’lam bissawab
sangi keruani sangi kerawatii
salam hangat by mikardianto