25 Februari 2010

Bang chen

Posted in Pemimpin arif dan Shalih pada 08:44 oleh >>s

Dalam 2 bulan terakhir ini kita sudah tidak asing lagi dengan namanya Bank Century.  Betapa tidak di manapun di media cetak , elektronik, radio hampir setiap hari pasti ada. Sepertinya kasus ini sangat besar dan berlarut-larut. Sebenarnya masalahnya hanya Empat hurup, yaitu: “DUIT”, duit apakah itu, kemanakah duit itu , !!!!!!?????????……..

Kita semua prihatin atas adanya kasus ini. Manakala pimimpin-pemipin kita sibuk untuk menyelesaikan kasus ini. Kita lihat di televisi bagaimana timbul debat di antara partai yang saling bertikai. Tuding menuding, saling nyangka menyangka. Ini menjadi pelajaran penting bagi kita,

Allah berfirman :

Janganlah terlalu banyak sangka menyanka, sungguh, sebagian persangkaan adalah dosa. Janganlah mematamatai dan janganlah saling memfitnah…..(QS. 49 Surat Al-Hujuraat ( ayat 12  )

Dengan kelincahan lidahnya masing-masing , menganggap mereka semua benar, saling mempertahankan kepentingan  masing-masing, saling mau di agungkan.

Nabi Muhammad saw mengingatkan:

“ Janganlah kamu berdiri seperti orang-orang asing yang mau saling di agungkan”.

Sungguh tontonan ini tidak layak untuk di tontonkan di masyarakat umum.  Karena secara tidak langsung masyarakat akan menilai, pemimpin di negeri ini sudah tidak ada yang benar.Namun tidak demikian,  tidak sedikit pemimpin-pemimpin kita yang selalu berprinsip  kepada Allah dan berpegang kepada Al-Qur’an dan sunnah. Mudah mudahan saja amin!!.

Semakin  banyaknya masalah di negeri ini semakin kita belajar dan membenahi diri. Mulai dari kita sendiri karena pemimpin yang baik di bentuk oleh masyarakat yang baik pula, sedangkan pemimpin yang zalim di bentuk oleh masyarakat yang zalim. Naudzubillah….Mari kita tanamkan sejak dini artinya kejujuran dan selalu berprinsip kepada Allah Yang Maha Abadi. Seandainya saja semua masalah di hadapi dengan hati nurani (fitrah manusia) tanpa adanya sifat iri dan dengki niscaya sebesar apapun masalah dapat di pecahkan.

wassalam….

Caplien,,,,,

11 Januari 2010

Mari Berbenah Diri

Posted in Pemimpin arif dan Shalih pada 02:06 oleh >>s

Jalin silaturrohim tingkatkan ukhuwa islamia

Assalammualikum Wr wb,

Akhir-akhir ini bahkan di tahun 2009 yang lalu banyak pemimpin-pemimpin kita yang terbelit masalah. Korupsi , mafia hukum, kasus pencucian uang, pembunuhan, sampai pemerkosaan hak-hak masyarakat kita sendiri. Apasih penyebapnya  ??? …

Banyak masyarkat berpendapat  Kepercayaan di negeri ini sudah hampir tidak ada. Krisis kepercayaan terjadi seiring dengan menghilangnya kejujuran dihati banyak individu bangsa terutama terhadap kalangan pemimpin. Lantaran krisis kepercayaan sudah demikian parah, mereka terutamanya masyarakat kecil membodohkan siapa yang jadi pemimpin mereka. Bagi mereka , siapa pun yang akan memimpin bangsa ini akan sama saja ! Mereka sudah tidak percaya lagi akan kefitrahan lidah dan hati para pemimpin .

Tetapi nampaknya ada sesuatu yang dilupakan masyarakat  dan harus diingatkan.  Bahwa sebenarnya kepemimpinan yang buruk itu sebenarnya berawal dari keburukan masyarakat itu sendiri.Oleh karenanya , tidak ada pilihan lain selain harus berbenah dari awal, ibda’ bi nafs, dimulai dari diri sendiri. Tidak usah lagi menceritakan  tentang keburukan pemipin-pemimpin kita yang pada akhirnya menimbulkan fitnah biarlah Allah yang meminta pertanggungjawaba mereka kelak. Yang terpenting adalah kita yang berada dibawah ini bergerak membenahi diri, membenahi kualitas, hingga tidak menjadi bagian mereka yang lemah dan memperkuat posisi mereka.

Bangun! Bangunlah dari tidur yang berkepanjangan!!!!

Itulah yang ingin diteriakkan , ditujukan bagi hati yang mau mendengar. Agar ketika sadar , ketika benar-benar mau berbenah, bukan keterlambatan yang ada. Memang sulit menjadi yang terbaik dalam segala hal , tapi bila keinginan ini sudah tertanam di dasar hati, yang semoga menyisakan kebeningan iman, InsyaAllah,jalanya dipermudah oleh Allah.

” Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebapkan perbuatannya.” (QS. Al-A’raf: 96)

Keimanan dan ketaqwaan adalah sebuah langkah menuju perbaikan hidup. Adapun kriteria beriman adalah menyelaraskan seluruh anggota badan , utamanya lidah, hati dan pikiran sebagai penggerak tubuh untuk percaya dan membenarkan semua ajaran Allah dan Rasul-Nya. Sehingga pada gilirannya ia akan memelihara diri dari segala apa yang dibenci  Allah dan berbuat apa saja yang disukai Allah, semampunya. Pada tahapan yang demikian, bisalah kemudian dinamakan “taqwa”.

Di Cuplik dari buku “Membumikan  Rahmat Allah ” ( Ustd. Yusuf Mansyur )